Senin, 29 Desember 2014

2014, TAHUN ISTIMEWAKU

2014, TAHUN ISTIMEWAKU

TAHUN CANTIK, TAHUN PUNCAK


Bulan Desember istimewa. Bulan hujan yang tak menentu ini selalu membawa pada review tahunan dengan kesan-kesan tersendiri. Beda tahun, beda kesan. Jika tahun-tahun sebelumnya banyak diselimuti dengan peristiwa-peristiwa kelabu,s maka tidak tahun ini. Bukan berarti tanpa ujian, cobaan dan godaan. Melainkan banyak hal yang terhandle dengan rapi walau harus melalui banyak kesulitan. Terutama soal pekerjaan.

Pekerjaan bulan ini sebagai illustrator dan desainer grafis menjadi warna baru akhir tahun. Pekerjaan impian yang lumayan bisa dibanggakan. Juga penulis yang sudah 9 bulan ini sudah kujalani. Tulisan yang dimuat di harian Joglosemar dengan fotoku di dalamnya membuatku merasa luar biasa. Walau ditayangkan mingguan, menurutku itu pencapaian yang tak mungkin aku remehkan. Aku tak bisa mencapainya sendirian. Tidak bisa dibilang terkenal, tapi untuk pencapaian diri yang baru saja kerja di kantor 1,5 tahun ini memang prestasi yang lumayan bisa bikin bangga ortu. Entah mereka bangga atau tidak, aku sudah menunjukkan bahwa aku bisa maju dan berkembang. Aku tak mau berpangku tangan dan membiarkan diriku hanya bisa mengerjakan tugas kerumahtanggaan. Karena aku merasa mampu menjalankan keduanya.

Secara emosi, aku masih banyak belajar. Berusaha terus memperbaiki apa yang seharusnya menjadi baik. Bukan yang paling baik diantara semua. Tapi lebih baik dari hari-hari yang sudah terlewati. Emosi saat mendidik anak, berkomunikasi dengan pasangan, partner kerja, saat mengajar di kelas, berkoordinasi dengan tutor, bermasyarakat dan dengan orangtua. Dari sekian hal, masih saja orangtua yang menjadi masalahnya. Dengan apa yang sudah diperlihatkan orangtua di depanku, aku menyimpulkan bahwa aku tak berhak memaksa mereka berhenti memanjakan dan memberi suplai bantuan ke orang-orang yang mereka kehendaki. Tapi, jika aku mendapat rezeki lebih banyak ketimbang orang-orang itu, mereka tidak boleh iri. Aku berusaha yang terbaik agar Tuhan juga memberikan yang lebih baik. Dan, Tuhanpun memberi anugrah luar biasa yang tak pernah aku sangka. Terimakasih dan puji syukurku ke hadiratMu, Tuhan.

Secara manajemen rumahtangga, lagi-lagi masih belajar membiasakan diri untuk teratur, rapi, dan terkelola dengan baik. Belum baik 100% karena faktor waktu dan energi yang harus dibagi dengan pekerjaan di kantor. Aku sebisa mungkin tidak membawa pekerjaan kantor ke rumah. 8 jam kerja, 8 jam keluarga, dan 8 jam untuk istirahat. Total 24 jam. Soal kebersihan yang pernah dipermasalahkan mertua, alangkah baiknya saling memahami dan memaklumi. Kami sama-sama kerja. Aku sendiri masih butuh mengisi tabunganku karena masih termasuk karyawan baru di perusahaan yang masih baru juga. Rasanya tak bijak jika aku harus bayar orang untuk bersih-bersih rumahku sendiri. Biarlah kami saja yang bereskan dan bersihkan. Hikmahnya, ada latihan kerjasama, tanggungjawab dan kebersamaan dalam keluarga. Dan, proses membiasakan itu butuh waktu. Aku paham mertuaku punya tipe perfeksionis. Beliau suka kerapian, keteraturan, suka mengkritik tapi tak suka dikritik, dan kaku. Sampai kapanpun takkan berubah. Overall, rumah ini sudah sangat nyaman bagiku walau masih saja ada kurangnya. Kesyukuran yang besar sudah menutupi apa yang belum bisa dijangkau saat ini.

Tentang rumah ini, masih dengan konsep etnik bertumbuh. 7 tahun tinggal di rumah hasil rancanganku sendiri, rumah ini tetap dingin, sejuk, rindang, dan berkesan alami. Belakangan lumut meluas ke segala penjuru tembok bata tanpa plesteran, terutama outdoor. Kamar belakang belum berfungsi dengan baik. Butuh kerjasama untuk memfungsikannya kembali agar nyaman digunakan kamar tidur Momo. Semoga sertifikasi segera terealisasi. Agar tersedia dana pembangunan di luar dana aman. Renovasi besar akan kami lakukan demi kenyamanan tinggal yang maksimal. Tentunya itu menjadi idaman setiap keluarga, terutama keluarga muda seperti kami. Dan tahun ini, kami sudah memproklamirkan diri untuk berperang dengan para tikus. Betapa liarnya mereka saat penghuni tak di rumah. Semuanya berantakan. Makanan dicuri. Kabel dikerat. Baju dilubangin. They’re really big enemies!

Soal hubungan asmara, apa harus dibahas? Entah angin apa yang membawa para mantan datang menyapa. Mereka yang dulu putus sama aku, tiba-tiba mengetuk pintu kehidupanku lagi. Bukankah kehidupan mereka saat ini dengan pasangan mereka masing-masing adalah pilihan pribadi tanpa paksaan siapapun? Bahkan mereka meninggalkanku begitu saja dan begitu mengganjal tanpa ada kata-kata negoisasi yang layak sebagai mantan terhormat. Ada yang minta pin BB, minta maaf, minta ketemuan, mengajak makan di luar, dan ajakan-ajakan nista yang tak sehat. Itulah barisan para mantan yang sepertinya mengalami titik bawah dalam berumahtangga. Mungkin benar quote lucu populer di dunia maya : “Di balik cewek sukses, ada mantan yang kecewa”. Tapi, aku berniat untuk mengurangi sedikit demi sedikit perhatian aneh mereka. Perhatian semu yang bisa menghancurkan semua yang sudah kubangun dengan susah payah. So, aku harus lebih cuek dan hati-hati tanpa menyakiti. Maaf, ya mantan.

Soal kesehatan, tahun ini belajar lebih memperhatikan pola makan. Gaya hidup dan kebiasaan yang sekiranya tak sehat sudah dimengerti tinggal dilaksanakan. Semudah itu? Enggak! Faktor pekerjaan, stress, waktu dan peran ganda menjadi kesulitan tersendiri dimana keadaan tak bisa disalahkan. Walau awal tahun didahului dengan penyakit cacar air yang baru sekali itu menjangkitiku, tapi tahun ini lebih sehat ketimbang tahun sebelumnya. Ada rekor baru dengan fisikku. Berat badanku naik 5 kg. Untuk posturku yang sedari kecil sampai kena cacar air di usia 30 tahun, masih sangat kurus, itu pencapaian mengejutkan! Lingkar tubuh bertambah. Pipi berisi. Dan berat badan ideal hampir tercapai. Tahun ini memang tahun cantik. Setelah postur tubuhku berisi, banyak kenalan, ibu siswa lama, keluarga dan bahkan penjual langganan bilang “Tambah cantik ya! Kelihatan lebih seger, deh!”.  Dan, itu prestasi membanggakan. Aku sendiri nggak percaya akan punya tubuh yang berisi dan ehemm seksi gini.

Tentang masadepan, tentunya semakin banyak harapan. Lantaran banyak jalan yang sedikit demi sedikit terlihat semakin jelas, aku memutuskan tetap berkarya. Sambil mengembangkan diri, terus belajar, meningkatkan kemampuan dan openminded. Aku yakin aku bisa mencapai lebih dari yang sekarang tercapai.

Tahun ini, tahun yang memuaskan bagiku. Tahun puncak. Tahun cantik. Tahun bersemi kembali. Segalanya menjadi review yang baik dan menjadi refleksi yang lebih baik ke depannya nanti. Semoga…….